Latest update October 31st, 2026 11:57 AM
Oct 31, 2026 broadcastmagz Film & Music, What's On 0

Perjalanan Akbar Chalay di dunia musik bermula dari hal yang sederhana. Sebelum dikenal melalui karya-karya originalnya, Akbar mengawali karier sebagai remixer dengan memanfaatkan fasilitas warnet di kampung halamannya, Bengkulu. Saat itu, ia mendapat kesempatan bermain komputer secara gratis dengan membantu menjaga warnet ketika pemiliknya sedang keluar. Dari kesempatan kecil tersebut, Akbar mulai bereksperimen dengan musik remix hingga akhirnya berkembang menjadi produser yang memiliki identitas musikalnya sendiri.
Kini, Akbar tidak hanya dikenal melalui karya remix, tetapi juga lewat lagu-lagu original yang mendapat perhatian luas, seperti “Ngga Dulu” dan “Astaga Bercanda”. Kedua lagu tersebut memperlihatkan kemampuannya mengolah musik yang enerjik, mudah melekat di telinga, dan dekat dengan keseharian pendengar. Melalui “Kera Sakti”, Akbar kembali mengeksplorasi warna musiknya dengan menggandeng band yang memiliki rekam jejak panjang di industri musik Indonesia.
Di sisi lain, Matta merupakan band asal Bandung yang mulai populer pada 2007 melalui lagu “Ketahuan”. Menariknya, lagu tersebut justru awalnya bukan lagu yang paling dijagokan oleh para personel Matta. Dalam sebuah wawancara dengan detikHot pada 2012, drummer Matta, Wox, mengungkapkan bahwa mereka tidak menyangka “Ketahuan” akan menjadi lagu yang begitu dikenal publik. Lagu tersebut kemudian menjadi salah satu hits yang melekat kuat di ingatan pendengar musik Indonesia.
Kesuksesan “Ketahuan” dilanjutkan dengan sejumlah lagu populer lainnya, seperti “Jambu”, “Playboy (Jatuh Cinta Lagi)”, “Sumpah Mati”, dan “Sst Ada Yang Marah”. Menariknya, popularitas Matta tidak hanya bertahan melalui nostalgia. Pada 2025, “Sst Ada Yang Marah”, yang dirilis pada 2009, kembali viral di media sosial dan digunakan dalam berbagai konten kreator serta figur publik. Fenomena tersebut menunjukkan bagaimana lagu-lagu Matta mampu menjangkau generasi pendengar baru, termasuk mereka yang mungkin belum mengenal band ini ketika pertama kali populer.
Kolaborasi dengan Akbar Chalay menjadi pertemuan dua karakter musikal dengan kekuatan yang berbeda, tetapi saling melengkapi. Akbar membawa pendekatan produksi yang dekat dengan perkembangan musik digital dan kultur remix masa kini, sementara Matta menghadirkan karakter pop band dengan melodi dan lirik yang mudah diingat. Perpaduan ini diharapkan dapat menjembatani pendengar yang tumbuh bersama hits Matta dengan generasi baru yang mengenal musik melalui platform digital dan tren media sosial.
“Kera Sakti”: Kena Rayu, Berujung Sakit Hati
Judul “Kera Sakti” sendiri membawa permainan kata yang terinspirasi dari gaya penamaan lagu-lagu Matta terdahulu. Jika “Jambu” merupakan singkatan dari “Janjimu Busuk”, kali ini “Kera Sakti” memiliki kepanjangan “Kena Rayumu Sakit Hati”. Permainan kata tersebut menjadi pintu masuk bagi cerita tentang seseorang yang lihai merayu, gemar mendekati banyak orang, tetapi akhirnya meninggalkan luka bagi mereka yang terlanjur jatuh hati.
Karakter jenaka dalam judulnya berlanjut ke dalam lirik yang menggambarkan sosok penuh jurus rayuan. Ia tahu bagaimana menarik perhatian, membuat orang penasaran, dan mencuri hati, tetapi tidak pernah benar-benar tinggal. Lewat penggalan lirik “Kamu Kera Sakti, kena rayumu sakit hati”, lagu ini menyampaikan sindiran ringan kepada mereka yang gemar mempermainkan perasaan.
Alih-alih mengemas patah hati sebagai kisah yang sepenuhnya melankolis, “Kera Sakti” memilih pendekatan yang lebih ringan, ekspresif, dan menghibur. Ceritanya terasa dekat dengan pengalaman percintaan sehari-hari, ketika seseorang sudah mengetahui bahwa orang yang disukainya bukan sosok yang tepat, tetapi tetap saja berharap ia akan kembali.
Dengan karakter musik yang memadukan eksplorasi Akbar Chalay dan identitas pop band Matta, “Kera Sakti” hadir sebagai kolaborasi lintas generasi yang mempertemukan dua dunia musik.
Lagu ini membawa semangat untuk tetap relevan dengan pendengar masa kini tanpa meninggalkan kekuatan melodi, lirik yang mudah diingat, serta humor yang telah menjadi bagian menarik dari karakter lagu-lagu Matta.
Melalui “Kera Sakti”, Akbar Chalay dan Matta mengajak pendengar menikmati kisah cinta yang penuh tipu daya dengan cara yang lebih seru: karena terkadang, orang yang paling jago mencuri hati justru menjadi alasan kita paling sering sakit hati.
Oct 31, 2026 0
Oct 31, 2026 0
Oct 30, 2026 0
Oct 30, 2026 0

Aug 08, 2026 Comments Off on Lenny Ivylen: 26 Tahun Jaga Eksistensi di Dunia Fashion lewat Karya
Jakarta, Broadcastmagz – Lenny Ivylen membangun...
Dec 22, 2025 Comments Off on Yan Senjaya, Kreativitas Lima Dekade Dalam Sinema Indonesia
Jakarta, Broadcastmagz – Yan Senjaya adalah...
Sep 08, 2025 Comments Off on Tamee Irelly Menjadi Juri Open Casting Dua Film Terbaru Dynamic Story Pictures (DSP)
Bekasi, Broadcastmagz – Dalam upaya mencari talenta...
Feb 08, 2025 Comments Off on DJ Paulina, Si Cantik Jago Racik Musik Multi-genre
Jakarta, Broadcastmagz – Paulina, begitu...
Jun 20, 2024 Comments Off on Lebih Dekat Dengan Designer Indonesia Cynthia Tan
Jakarta, Broadcastmagz – Cynthia Tan, desainer fesyen...
Jun 27, 2026 Comments Off on Antusiasme Masyarakat Indonesia terhadap Piala Dunia 2026 dari Tahun ke Tahun
Feb 22, 2017 Comments Off on Jejak Langkah Televisi Indonesia
Jejak Langkah Televisi Indonesia Dari Era Analog ke...
Oct 06, 2016 Comments Off on On Air To Online Pengantar Penyiaran Radio
On Air To Online Pengantar Penyiaran Radio Industri siaran...
Jul 10, 2014 Comments Off on Panduan Wawancara Televisi
Judul Buku: Panduan Wawancara Televisi Nama Pengarang:...
Jul 10, 2014 Comments Off on Radio is Sound Only
Judul Buku: Radio Is Sound Only Pengantar & Prinsip...
Jul 10, 2014 Comments Off on Kamus Istilah Penyiaran Digital
Judul Buku: Kamus Istilah Penyiaran Digital Nama Pengarang:...