Latest update May 12th, 2026 7:30 AM
May 12, 2026 broadcastmagz Film & Music, What's On 0

Orang Jawa mengenal istilah ngragati dan ngopeni. Berani membiayai, lalu setia merawat. Pada diri GZ, dua kata itu hidup seperti doa yang dipanjatkan pelan-pelan setiap hari. Ia bukan pehobi audio yang sibuk memamerkan merek atau harga perangkatnya. Yang ia rawat justru rasa. Rasa ketika musik terdengar lebih hangat. Rasa ketika sebuah nada mampu membuat ruangan terasa lebih luas daripada kenyataan.
Ditemui akhir April 2026 lalu, perjalanan menuju rumah GZ terasa seperti memasuki halaman novel lama. Keluar dari stasiun kereta, menyusuri kawasan Ahmad Yani, berhenti menikmati soto mie khas kota itu, lalu berakhir di sebuah rumah sederhana yang menyimpan dunia lain di balik pintunya. Dunia yang penuh kayu, lubang-lubang percobaan, dan denting musik yang hidup.
“Main audio itu asiknya rasa penasaran tidak pernah selesai,” ujar GZ sambil mengusap salah satu panel kayu mahoni di ruangannya. “Kadang saya pindah kayu sedikit saja, suaranya bisa berubah. Bisa lebih lebar, lebih fokus, atau lebih nyaman didengar.”
Memasuki ruang dengarnya seperti memasuki kerajaan kecil bernama kayu. Dinding, panel, hingga pola-pola akustik dipenuhi mahoni yang ia pasang sendiri satu per satu. Ada lubang bekas bor di berbagai sisi ruangan. Itu bukan kerusakan. Itu jejak pencarian. Jejak seorang lelaki tua yang masih percaya bahwa perubahan kecil bisa mengubah cara manusia mendengar dunia.
GZ bercerita tentang masa mudanya ketika krisis moneter menghantam Indonesia di akhir 1990-an. Selepas SMA, ia bekerja malam sebagai tukang reparasi elektronik. Dari sana ia mengenal model-model legendaris seperti JVC 2203, Philips 2205, hingga rangkaian Philips 8080 yang kala itu menjadi impian banyak perakit speaker rumahan.
“Dulu pesan box speaker pakai MDF saja sudah senang sekali,” katanya sambil tertawa kecil.
Kecintaannya pada stereo berkembang perlahan menjadi obsesi yang penuh kesabaran. Ia pernah memiliki sistem yang menurut banyak orang sudah istimewa: Jadis JPL 2 dipadukan dengan ProAc Response 3.8. Namun baginya, perangkat mahal tidak otomatis melahirkan suara indah. Ruangannya dulu lembab, tertutup rapat, tanpa sirkulasi udara yang baik. Bahkan koil speakernya sempat putus hingga ia harus pergi ke kawasan Mangga Besar di Jakarta untuk menggulung ulang bagian tersebut.
“Dari situ saya sadar, audio bukan cuma soal alat. Ruangan itu ikut bicara,” katanya pelan. “Akustik bisa menguatkan suara, atau malah membunuhnya.”
Mungkin karena itulah ia jatuh cinta pada kayu. Baginya, kayu memiliki jiwa seperti alat musik.
“Lihat gitar saja, ratusan jenis kayu bisa bikin karakter suara berbeda,” ujarnya.
Di ruang audionya, kayu mahoni dipasang selang-seling dengan pola buatannya sendiri. Ia mencoba, melepas, memasang ulang, mendengar lagi. Seperti seorang pelukis yang tak pernah benar-benar selesai dengan kanvasnya.
Musik yang ia sukai cenderung kaya bass dan penuh lapisan detail. Anehnya, meski sistemnya mampu menghadirkan detail yang tajam, suaranya tidak pernah terasa menyakitkan. Nada-nada itu tetap lembut, seperti hujan yang jatuh di atap kayu tua.
“Kalau terlalu detail tapi bikin capek, buat apa?” katanya. “Musik harus tetap menghibur.”
GZ juga tertawa ketika ditanya soal streaming dan aplikasi digital modern. Ia mengaku tidak terlalu akrab dengan ponsel pintar.
“Main audio jangan ribet,” ucapnya singkat.
Kalimat sederhana itu terasa seperti filsafat hidup seorang lelaki yang sudah melewati begitu banyak zaman. Di usia senjanya, ia tidak lagi mengejar kesempurnaan. Ia hanya ingin duduk tenang, mendengar musik, lalu menikmati dunia dengan cara paling manusiawi: perlahan.
May 12, 2026 0
May 11, 2026 0
May 11, 2026 0
May 11, 2026 0

Dec 22, 2025 Comments Off on Yan Senjaya, Kreativitas Lima Dekade Dalam Sinema Indonesia
Jakarta, Broadcastmagz – Yan Senjaya adalah...
Sep 08, 2025 Comments Off on Tamee Irelly Menjadi Juri Open Casting Dua Film Terbaru Dynamic Story Pictures (DSP)
Bekasi, Broadcastmagz – Dalam upaya mencari talenta...
Feb 08, 2025 Comments Off on DJ Paulina, Si Cantik Jago Racik Musik Multi-genre
Jakarta, Broadcastmagz – Paulina, begitu...
Jun 20, 2024 Comments Off on Lebih Dekat Dengan Designer Indonesia Cynthia Tan
Jakarta, Broadcastmagz – Cynthia Tan, desainer fesyen...
May 06, 2024 Comments Off on Punya Single Lagu Timur, Gunawan Enjoy Banget
Jaka, Broadcastmagz – Bernama lengkap Gunawan...
Mar 04, 2026 Comments Off on TV Tanpa Antena: Masa Depan Free-to-Air di Era Smart TV
Jan 12, 2026 Comments Off on KPID Sumbar Perkuat Literasi Media Digital bagi Generasi Muda
Jan 12, 2026 Comments Off on Tes CAT Calon Anggota KPID Sumsel Diikuti 54 Peserta
Jan 12, 2026 Comments Off on KPID Kunjungi Radio Sonora Bali Karena Stop Siaran
Jan 12, 2026 Comments Off on FIFA Larang Stasiun TV Kecilkan Layar untuk Iklan Saat Pertandingan Piala Dunia 2026
Feb 22, 2017 Comments Off on Jejak Langkah Televisi Indonesia
Jejak Langkah Televisi Indonesia Dari Era Analog ke...
Oct 06, 2016 Comments Off on On Air To Online Pengantar Penyiaran Radio
On Air To Online Pengantar Penyiaran Radio Industri siaran...
Jul 10, 2014 Comments Off on Panduan Wawancara Televisi
Judul Buku: Panduan Wawancara Televisi Nama Pengarang:...
Jul 10, 2014 Comments Off on Radio is Sound Only
Judul Buku: Radio Is Sound Only Pengantar & Prinsip...
Jul 10, 2014 Comments Off on Kamus Istilah Penyiaran Digital
Judul Buku: Kamus Istilah Penyiaran Digital Nama Pengarang:...