Latest update April 8th, 2026 11:13 AM
Apr 08, 2026 broadcastmagz Campus, What's On 0

Jawabannya tidak lagi sederhana. Bukan yang paling pintar yang akan menang, melainkan mereka yang paling mampu beradaptasi, tetap relevan, dan mampu menunjukkan eksistensinya di tengah kompetisi global yang semakin ketat.
Gagasan tersebut disampaikan oleh Direktur Teknik TVRI, Satriyo Dharmanto, dalam sebuah kuliah umum di hadapan calon wisudawan Universitas AKPRIND Indonesia pada Selasa, 7 April 2026. Kuliah umum ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi, mulai dari Teknik Elektro, Teknik Mesin, Teknik Informatika, Teknik Kimia, Teknik Geologi, hingga Manajemen Industri, sebuah representasi lintas disiplin yang mencerminkan kompleksitas kebutuhan industri masa kini.
Realitas Baru Dunia Kerja
Menurut Satriyo, Transformasi digital telah mengubah dunia industri, sekaligus mengubah kriteria dalam mencari talenta. Dunia kerja tidak lagi hanya membutuhkan individu dengan pengetahuan akademis yang kuat, tetapi juga mereka yang memiliki kemampuan untuk menerjemahkan ilmu menjadi solusi nyata.
Fenomena ini terlihat dari ketimpangan antara minat pendidikan dan kebutuhan industri. Jumlah mahasiswa di bidang sosial-humaniora jauh lebih besar dibandingkan bidang STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics). Namun, justru sektor teknologi dan industri digitallah yang mengalami pertumbuhan paling pesat dan membutuhkan tenaga kerja terampil dalam jumlah besar.
“Lulusan bidang STEM yang relatif langka seperti anda, jumlahnya terbatas sehingga akan diperebutkan di dunia kerja, namun bekal pengetahuan akademis yang kuat tidaklah cukup, perlu kemampuan memerjemahkan ilmu menjadi relevan di dunia kerja”
Kondisi ini menciptakan peluang bagi mereka yang memiliki kompetensi yang tepat, dan tantangan bagi mereka yang belum siap beradaptasi dengan perubahan.
Kompetensi yang Dibutuhkan, Lebih dari Sekadar Skill Teknis
Dalam ekosistem industri modern, perusahaan tidak lagi hanya mencari kandidat dengan kemampuan teknis. Mereka mencari individu dengan kombinasi kompetensi yang seimbang, antara kemampuan teknologi, pemahaman bisnis, dan keterampilan manusia.
Kemampuan teknis seperti data analytics, AI, cloud computing, dan cybersecurity menjadi fondasi utama. Namun, di atas fondasi tersebut, dibutuhkan kemampuan berpikir kritis, komunikasi yang efektif, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan.
Seorang engineer, misalnya, tidak cukup hanya memahami teknologi. Ia harus mampu melihat bagaimana solusi yang dibangun berdampak pada efisiensi biaya, peningkatan pendapatan, atau pengalaman pengguna. Di sinilah transformasi mindset menjadi sangat penting, dari sekadar teknisi menjadi problem solver, bahkan business leader.
Daya Tarik Industri Teknologi, Antara Peluang dan Tekanan
Industri teknologi global menawarkan daya tarik yang luar biasa. Paket kompensasi yang tinggi, peluang karier yang luas, serta kesempatan untuk terlibat dalam inovasi global menjadi magnet bagi banyak talenta muda. Namun, tingkat tekanan kerja yang tinggi, tuntutan performa yang konsisten, serta dinamika perubahan yang cepat menjadi bagian tak terpisahkan dari industri ini.
Bagi sebagian orang, faktor “makna pekerjaan” menjadi penyeimbang. Bekerja di perusahaan seperti Tesla atau SpaceX, misalnya, bukan hanya soal gaji, tetapi juga tentang berkontribusi pada perubahan besar di dunia. Di sinilah keseimbangan antara kompensasi, tekanan, dan purpose menjadi penting.
Personal Branding, Kunci untuk Terlihat di Tengah Kompetisi
Lebih lanjut menurut Satriyo, di era digital, kemampuan saja tidak cukup, namun harus terlihat.
Curriculum Vitae (CV) dan surat lamaran kerja kini telah berevolusi menjadi alat personal branding yang strategis. CV modern bukan hanya daftar pengalaman, tetapi representasi dari siapa Anda, apa keahlian Anda, dan bagaimana Anda memberikan nilai tambah.
Dengan bantuan teknologi AI, menggunakan platform Kickresume, Rezi, Zety, EnhanCV, proses penyusunan CV menjadi lebih cepat, lebih strategis, dan lebih kompetitif. Platform digital memungkinkan kandidat untuk mengoptimalkan profil mereka agar sesuai dengan sistem rekrutmen berbasis teknologi seperti Applicant Tracking System (ATS).
“Agar lebih kompetitif, pembuatan CV dan Surat Lamaran Kerja menggunakan bantuan AI sangat diperlukan, sehingga lebih kompetitif dan personal branding lebih terlihat”.
Namun, pada akhirnya, yang membedakan bukan hanya format atau desain, melainkan cerita yang mampu disampaikan, tentang perjalanan, pencapaian, dan potensi masa depan.
Interview, Mengungkap Lebih dari Sekadar Jawaban
Proses interview sering kali dianggap sebagai tahap seleksi terakhir. Padahal, bagi perusahaan, interview adalah alat untuk memahami kandidat secara menyeluruh. Di dalamnya, perusahaan tidak hanya menilai kemampuan teknis, tetapi juga cara berpikir, kemampuan komunikasi, integritas, hingga motivasi seseorang. Bahkan, banyak pertanyaan interview dirancang menyerupai situasi nyata di dunia kerja.
Pertanyaan seperti “Bagaimana Anda menyelesaikan masalah kompleks?” atau “Apa strategi Anda meningkatkan kinerja bisnis?” bukan sekadar untuk mencari jawaban benar, tetapi untuk melihat bagaimana seseorang berpikir, menyusun argumen, dan mengambil keputusan. Dengan kata lain, interview adalah cerminan dari bagaimana seseorang akan bekerja di dunia nyata.
Artificial Intelligence, Transformasi yang Tak Terelakkan
Salah satu kekuatan terbesar dalam transformasi industri saat ini adalah Artificial Intelligence. Teknologi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga mengubah cara kerja secara fundamental.
Dalam industri penyiaran, misalnya, AI digunakan untuk berbagai hal, mulai dari produksi konten otomatis, editing video, hingga personalisasi pengalaman audiens. Proses yang sebelumnya membutuhkan waktu panjang kini dapat dilakukan secara cepat dan lebih akurat.
Di lingkungan TVRI, implementasi AI telah mencakup berbagai aspek, mulai dari produksi konten, distribusi siaran, hingga monetisasi melalui analisis data. Teknologi ini juga memungkinkan peningkatan kualitas siaran, efisiensi operasional, serta pengalaman pengguna yang lebih baik. AI bukan lagi sekadar alat bantu, melainkan telah menjadi bagian integral dari ekosistem industri penyiaran modern.
Generative AI dan Demokratisasi Kreativitas
Kemunculan generative AI membawa perubahan besar dalam dunia kreatif. Platform seperti CapCut, Canva, InVideo, hingga berbagai tools AI lainnya memungkinkan siapa pun untuk menciptakan konten berkualitas tinggi dengan mudah.
Hal ini membuka peluang besar bagi individu dan organisasi untuk berinovasi tanpa batasan teknis yang tinggi. Namun, di sisi lain, juga meningkatkan tingkat kompetisi karena semakin banyak orang yang mampu menghasilkan karya serupa. Dalam kondisi ini, kreativitas, originalitas, dan kemampuan storytelling menjadi pembeda utama.
Masa Depan Milik Mereka yang Adaptif
Kuliah umum ini tidak hanya menjadi ajang berbagi wawasan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa dunia industri telah berubah secara fundamental. Para calon wisudawan dihadapkan pada realitas bahwa gelar akademik hanyalah awal, bukan jaminan.
Masa depan tidak ditentukan oleh siapa yang paling pintar, tetapi oleh siapa yang paling siap untuk terus belajar, beradaptasi, dan mengambil peran dalam perubahan. Seperti yang ditegaskan dalam kuliah umum tersebut, masa depan bukan milik mereka yang paling siap hari ini, tetapi milik mereka yang paling cepat menyesuaikan diri dengan hari esok. Karena pada akhirnya, di era AI dan transformasi digital, yang bertahan bukanlah yang paling kuat, melainkan yang paling adaptif.
Mar 25, 2026 0
Jan 12, 2026 Comments Off on FIFA Larang Stasiun TV Kecilkan Layar untuk Iklan Saat Pertandingan Piala Dunia 2026
Dec 29, 2025 Comments Off on TVRI Hadirkan Siaran Piala Dunia 2026
Nov 15, 2025 Comments Off on TVRI Mantapkan Peran Global lewat Strategi UHD di UWA Summit 2025
Apr 08, 2026 0
Apr 07, 2026 0
Apr 07, 2026 0
Apr 02, 2026 0

Dec 22, 2025 Comments Off on Yan Senjaya, Kreativitas Lima Dekade Dalam Sinema Indonesia
Jakarta, Broadcastmagz – Yan Senjaya adalah...
Sep 08, 2025 Comments Off on Tamee Irelly Menjadi Juri Open Casting Dua Film Terbaru Dynamic Story Pictures (DSP)
Bekasi, Broadcastmagz – Dalam upaya mencari talenta...
Feb 08, 2025 Comments Off on DJ Paulina, Si Cantik Jago Racik Musik Multi-genre
Jakarta, Broadcastmagz – Paulina, begitu...
Jun 20, 2024 Comments Off on Lebih Dekat Dengan Designer Indonesia Cynthia Tan
Jakarta, Broadcastmagz – Cynthia Tan, desainer fesyen...
May 06, 2024 Comments Off on Punya Single Lagu Timur, Gunawan Enjoy Banget
Jaka, Broadcastmagz – Bernama lengkap Gunawan...
Mar 04, 2026 Comments Off on TV Tanpa Antena: Masa Depan Free-to-Air di Era Smart TV
Jan 12, 2026 Comments Off on KPID Sumbar Perkuat Literasi Media Digital bagi Generasi Muda
Jan 12, 2026 Comments Off on Tes CAT Calon Anggota KPID Sumsel Diikuti 54 Peserta
Jan 12, 2026 Comments Off on KPID Kunjungi Radio Sonora Bali Karena Stop Siaran
Jan 12, 2026 Comments Off on FIFA Larang Stasiun TV Kecilkan Layar untuk Iklan Saat Pertandingan Piala Dunia 2026
Feb 22, 2017 Comments Off on Jejak Langkah Televisi Indonesia
Jejak Langkah Televisi Indonesia Dari Era Analog ke...
Oct 06, 2016 Comments Off on On Air To Online Pengantar Penyiaran Radio
On Air To Online Pengantar Penyiaran Radio Industri siaran...
Jul 10, 2014 Comments Off on Panduan Wawancara Televisi
Judul Buku: Panduan Wawancara Televisi Nama Pengarang:...
Jul 10, 2014 Comments Off on Radio is Sound Only
Judul Buku: Radio Is Sound Only Pengantar & Prinsip...
Jul 10, 2014 Comments Off on Kamus Istilah Penyiaran Digital
Judul Buku: Kamus Istilah Penyiaran Digital Nama Pengarang:...