Latest update February 26th, 2026 12:49 PM
Feb 26, 2026 broadcastmagz Column, Techno, What's On 0

OpenClaw sendiri bukan sekadar proyek open-source biasa. Dalam waktu sekitar satu bulan, ia menjadi pembicaraan panas para developer sekaligus mimpi buruk tim keamanan perusahaan. Agen ini mampu browsing, klik tombol, menjalankan kode, membalas chat, bahkan menyelesaikan tugas lintas aplikasi tanpa campur tangan manusia. Singkatnya: AI tidak lagi ngobrol… tapi bertindak.
Dari Eksperimen Iseng Jadi Magnet Akuisisi
Awalnya proyek ini hanya “playground project” bernama ClawdBot — eksperimen kecil untuk mencoba konsep AI agent. Namun berbeda dari hype AI sebelumnya, OpenClaw menggabungkan banyak kemampuan dalam satu paket:akses tools, eksekusi kode sandbox, memori permanen, skill modular, dan integrasi Telegram, WhatsApp, Discord.
Hasilnya adalah agen digital yang terasa seperti asisten pribadi sungguhan, bukan sekadar prompt-response machine.
Adopsinya melonjak drastis awal 2026. Banyak “vibe coder” memakai OpenClaw untuk mengotomatiskan pekerjaan komputer mereka: posting konten, balas pesan, sampai menjalankan workflow kompleks. Momentum viral ini yang akhirnya menarik perhatian OpenAI.
Misi Steinberger sederhana tapi ambisius:membangun agen yang bahkan ibu saya bisa pakai
Dan itu butuh model AI kelas frontier — sesuatu yang hanya bisa diberikan lab besar.Anthropic Kehilangan Momentum
Ironisnya, OpenClaw awalnya dibangun mengandalkan model Claude dari Anthropic.Namun alih-alih merangkul komunitas, perusahaan tersebut justru mengirimkan surat cease-and-desist dan memaksa penggantian nama proyek.
Secara keamanan mereka punya alasan — banyak pengguna menjalankan agen dengan akses root tanpa proteksi. Tapi pendekatan legal yang keras malah mendorong proyek viral itu menuju rival terbesar mereka: OpenAI.Dalam dunia teknologi, momentum komunitas sering lebih berharga daripada teknologi itu sendiri.
Kenapa OpenClaw Begitu Berbeda?CEO LangChain, Harrison Chase, menyebut fenomena ini sebagai “lightning in a bottle”. Bukan karena paling aman, tapi karena paling berani.
OpenClaw melakukan sesuatu yang jarang dilakukan perusahaan besar:dirilis dulu, dipikirkan belakangan.
Justru karena “liar”, developer langsung memahami potensi masa depan AI:coding agent = general agentSelama AI bisa menulis dan menjalankan kode, ia bisa melakukan hampir semua pekerjaan digital. User cukup berbicara natural language — di balik layar agen membangun sistem sendiri.Tiga pelajaran penting dari fenomena ini:Natural language jadi UI utama masa depan
Memory membuat user membangun sesuatu tanpa sadarCode execution adalah mesin agency
Dampak Besar ke Strategi Perusahaan
Akuisisi ini memperjelas arah industri AI 2025-2026:
1. AI bergeser dari chat ke actionPerusahaan tidak lagi mencari chatbot pintar — mereka mencari pekerja digital.
2. Open-source lebih inovatif dari labEksperimen liar komunitas sering melampaui produk resmi.
3. Tantangan utama: versi amanSemua vendor kini mengejar “OpenClaw tapi enterprise-safe”.
Masa Depan: Apakah ChatGPT Akan Digantikan Agen?Pertanyaan terbesar bukan lagi model mana paling pintar…tapi siapa punya agen paling berguna.Chatbot adalah fase komunikasi.Agent adalah fase otomatisasi.
Jika chatbot membantu berpikir, agent membantu bekerja.
OpenClaw mungkin hanya awal.Atau mungkin jadi AutoGPT berikutnya yang dilupakan.
Namun satu hal jelas:pusat gravitasi AI sudah bergeser — dari apa yang AI katakan menjadi apa yang AI lakukan.
Dan seperti kata Steinberger menutup pengumumannya:“The claw is the law.”
Feb 26, 2026 0
Feb 26, 2026 0
Feb 26, 2026 0
Feb 26, 2026 0

Dec 22, 2025 Comments Off on Yan Senjaya, Kreativitas Lima Dekade Dalam Sinema Indonesia
Jakarta, Broadcastmagz – Yan Senjaya adalah...
Sep 08, 2025 Comments Off on Tamee Irelly Menjadi Juri Open Casting Dua Film Terbaru Dynamic Story Pictures (DSP)
Bekasi, Broadcastmagz – Dalam upaya mencari talenta...
Feb 08, 2025 Comments Off on DJ Paulina, Si Cantik Jago Racik Musik Multi-genre
Jakarta, Broadcastmagz – Paulina, begitu...
Jun 20, 2024 Comments Off on Lebih Dekat Dengan Designer Indonesia Cynthia Tan
Jakarta, Broadcastmagz – Cynthia Tan, desainer fesyen...
May 06, 2024 Comments Off on Punya Single Lagu Timur, Gunawan Enjoy Banget
Jaka, Broadcastmagz – Bernama lengkap Gunawan...
Jan 12, 2026 Comments Off on KPID Sumbar Perkuat Literasi Media Digital bagi Generasi Muda
Jan 12, 2026 Comments Off on Tes CAT Calon Anggota KPID Sumsel Diikuti 54 Peserta
Jan 12, 2026 Comments Off on KPID Kunjungi Radio Sonora Bali Karena Stop Siaran
Jan 12, 2026 Comments Off on FIFA Larang Stasiun TV Kecilkan Layar untuk Iklan Saat Pertandingan Piala Dunia 2026
Feb 22, 2017 Comments Off on Jejak Langkah Televisi Indonesia
Jejak Langkah Televisi Indonesia Dari Era Analog ke...
Oct 06, 2016 Comments Off on On Air To Online Pengantar Penyiaran Radio
On Air To Online Pengantar Penyiaran Radio Industri siaran...
Jul 10, 2014 Comments Off on Panduan Wawancara Televisi
Judul Buku: Panduan Wawancara Televisi Nama Pengarang:...
Jul 10, 2014 Comments Off on Radio is Sound Only
Judul Buku: Radio Is Sound Only Pengantar & Prinsip...
Jul 10, 2014 Comments Off on Kamus Istilah Penyiaran Digital
Judul Buku: Kamus Istilah Penyiaran Digital Nama Pengarang:...