Latest update August 28th, 2026 6:48 PM
Oct 17, 2024 broadcastmagz Advertorial, What's On Comments Off on Epson Indonesia Berkolaborasi dengan Museum Nasional Indonesia Menghadirkan Pengalaman Visual Baru dalam Pembukaan Kembali Museum

Di bawah naungan Indonesian Heritage Agency (IHA), Museum Nasional Indonesia yang dikenal sebagai pusat koleksi sejarah dan budaya Indonesia, kini membuka babak baru bagi tata pamer dan pengelolaan museum melalui penambahan instalasi-instalasi digital untuk membuat penyampaian narasi lebih modern. Teknologi proyektor 3LCD dari Epson memampukan visualisasi konten yang lebih tajam, hidup, dan dinamis, sehingga mampu menciptakan suasana imersif yang menarik dan edukatif.
Ng Ngee Khiang (NK), Managing Director Epson Indonesia, menyampaikan, “Kami merasa terhormat dapat berkontribusi dalam pembukaan kembali Museum Nasional Indonesia melalui dukungan teknologi kami. Epson percaya bahwa teknologi tidak hanya berfungsi untuk meningkatkan produktivitas, tetapi juga mampu menghidupkan sejarah dan budaya. Kami berharap solusi proyektor 3LCD ini dapat memberikan pengalaman yang lebih berkesan bagi para pengunjung dan dapat meningkatkan minat masyarakat akan budaya Indonesia.”
Teknologi Proyektor Epson: Menghadirkan Narasi Seni dan Budaya Lebih Dinamis dan Hidup
Museum tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga sebagai ruang edukasi yang interaktif. Epson Indonesia berperan penting dalam membantu Museum Nasional Indonesia menghadirkan cara baru yang lebih menarik dan mendidik dalam menyampaikan informasi sejarah dan budaya.
Teknologi Epson dipilih karena proyektor 3LCD Epson menawarkan keunggulan dalam menghasilkan gambar dan video dengan warna yang lebih tajam, akurat,dan cerah. Dengan rentang kecerahan hingga 20.000 lumens, proyektor ini mampu menampilkan konten visual yang jelas bahkan di ruang terbuka sekalipun. Selain itu, teknologi seamless edge blending memungkinkan proyeksi multi-layer menyatu tanpa batas, sehingga ideal untuk instalasi seperti video mapping dan ruang imersif di museum.
Tantangan instalasi yang memiliki kebutuhan khusus pada Museum Nasional Indonesia, seperti kebutuhan jarak tembak yang dekat, ukuran gambar yang besar, dan kualitas resolusi gambar serta video yang tinggi dapat terjawab oleh teknologi Epson melalui variasi jenis lensa yang dimiliki oleh Proyektor Epson seperti Lensa Ultra Short-Throw, Short-Throw, Standard Throw, Middle-Throw hingga Long Throw Lensa. Fleksibilitas ini penting bagi instalasi museum seperti MNI yang memiliki berbagai area seperti ruang pemulihan, repatriasi, dan video mapping bangunan untuk menyesuaikan dengan penempatan objek seni dan budaya serta pengunjung yang akan menikmati warisan budaya ini.
Dengan kemampuan proyeksi berformat besar dan fitur seamless edge blending, instalasi di Museum Nasional Indonesia kini bisa menampilkan animasi, film dokumenter, hingga peta digital dengan efek interaktif yang memikat. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik museum, terutama bagi kalangan muda dan keluarga.
Kerja sama ini juga bertujuan menyesuaikan penyampaian informasi dengan preferensi generasi muda yang lebih tertarik pada konten visual dan interaktif. Dengan tampilan yang lebih modern dan teknologi digital yang terintegrasi, diharapkan museum dapat menjadi tempat yang lebih relevan dan menarik bagi generasi yang tumbuh di era teknologi ini.
Langkah Epson dalam Mendukung Seni dan Pendidikan
Keterlibatan Epson Indonesia dalam proyek ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung pengembangan seni, pendidikan, dan budaya melalui inovasi teknologi. Selain Museum Nasional Indonesia, Epson juga telah bekerja sama dengan berbagai galeri seni dan institusi pendidikan di Indonesia.
“Pembukaan kembali Museum Nasional Indonesia adalah momen penting bagi masyarakat Indonesia. Epson ingin menjadi bagian dari perjalanan ini dengan menawarkan pengalaman baru yang menggabungkan sejarah, cagar budaya, dan teknologi,” disampaikan oleh Zanipar SA Siadari selaku Head of Product Marketing Visual Instrument and Corporate Product Epson Indonesia.
Melalui kerja sama ini, Museum Nasional Indonesia dan Epson berharap dapat menciptakan lingkungan belajar dan apresiasi seni yang lebih menarik dan inovatif bagi masyarakat Indonesia.
Produk dan Teknologi Epson di Museum Nasional Indonesia
Museum Nasional Indonesia kini semakin modern dengan memanfaatkan berbagai model proyektor Epson di beberapa area penting. Teknologi ini dipilih karena mampu memberikan kualitas gambar superior dengan resolusi tinggi, kecerahan optimal, dan fleksibilitas instalasi, sehingga ideal untuk digunakan di ruang-ruang pameran dan edukasi seperti museum.
Epson juga menghadirkan Proyektor High Brightness terbaru yaitu EB-PQ2220B dengan tingkat kecerahan 20000 Lumens dan tingkat ketajaman gambar 4K Crystal Motion. Proyektor ini merupakan Proyektor terkecil dan teringan dengan kecerahan 20.000 lumens dan resolusi 4K yang mampu menghasilkan gambar visual yang detil luar biasa, realistis,dan tajam.
Keseluruhan Pembukaan Museum Nasional Indonesia ini menggunakan 18 units Epson High Brightness Projector dengan rentang kecerahan 5.000 hingga 15.000 Lumens pada area di dalam ruangan, dan 15 Units Epson High Brightness Projector pada rentang kecerahan 16.000 hingga 25.000 Lumens pada area luar ruangan.
Kolaborasi multi-stakeholder menjadi faktor kunci dalam proses revitalisasi berkelanjutan ini. Bersama dengan IHA, Museum Nasional Indonesia melibatkan brbagai pihak termasuk Ikatan Ahli Kurator Indonesia, ahli cagar budaya, komunitas budaya, lembaga internasional, sejarawan, arsitek, serta tokoh-tokoh nasional. Semua pihak ini berperan penting dalam merancang dan merealisasikan ide serta konsep baru yang kini membentuk wajah baru MNI.
“Kolaborasi multi-stakeholder ini telah membantu mendefinisikan ulang peran Museum Nasional Indonesia, bukan hanya sebagai tempat penyimpanan koleksi sejarah, tetapi juga sebagai institusi yang hidup dan dinamis. MNI kini berfungsi untuk mempromosikan pemahaman dan apresiasi terhadap kekayaan budaya Indonesia secara lebih relevan. Melalui kerja sama lintas sektor ini, kami berharap MNI dapat terus menjadi jembatan antara masa lalu dan masa depan, memberikan edukasi sekaligus inspirasi bagi generasi saat ini dan yang akan datang,” jelas Ahmad Mahendra selaku Plt. Kepala Indonesian Heritage Agency.
Salah satu kegiatan publik menarik selain Ruang ImersifA adalah instalasi video mapping yang juga didukung oleh Epson pada facade Gedung A Museum Nasional Indonesia yang dapat dinikmati publik hingga akhir bulan ini, pungkasnya pada pembukaan awal MNI di tanggal 15 Oktober 2024.
Sinergi Epson dan Cukup Cakap dalam Transformasi Digital MNI
Dalam mewujudkan konsep baru museum, Epson bekerja sama dengan Cukup Cakap, sebuah perusahaan inovasi digital, untuk mengintegrasikan teknologi visual dengan media interaktif. Sinergi ini memungkinkan museum mengembangkan pameran yang tidak hanya edukatif tetapi juga menghibur, terutama bagi generasi muda dan keluarga.
Melalui kolaborasi ini, MNI dapat memanfaatkan teknologi Epson untuk menghadirkan konten dalam format baru yang lebih menarik, seperti presentasi video, pemetaan 3D, dan ruang imersif. “Kami melihat bahwa teknologi Epson memiliki fleksibilitas dan kualitas yang ideal untuk lingkungan seperti museum. Dengan dukungan ini, MNI bisa memperkaya kontennya dan menyampaikannya dengan cara yang inovatif,” ungkap perwakilan Cukup Cakap.
Aug 13, 2026 Comments Off on Secara Global, Epson Catat Penjualan Kumulatif EcoTank Tembus 100 Juta Unit
Jul 24, 2026 Comments Off on Epson Indonesia Dorong Implementasi Smart Classroom di Sekolah Yogyakarta
May 08, 2026 Comments Off on Epson Asia Tenggara Buka Pendaftaran untuk The 17th Epson International Pano Awards 2026
Mar 13, 2026 Comments Off on Epson Indonesia Gelar “Epson Media Breakfasting 2026”
Aug 28, 2026 0
Aug 27, 2026 0
Aug 27, 2026 0
Aug 26, 2026 0

Aug 08, 2026 Comments Off on Lenny Ivylen: 26 Tahun Jaga Eksistensi di Dunia Fashion lewat Karya
Jakarta, Broadcastmagz – Lenny Ivylen membangun...
Dec 22, 2025 Comments Off on Yan Senjaya, Kreativitas Lima Dekade Dalam Sinema Indonesia
Jakarta, Broadcastmagz – Yan Senjaya adalah...
Sep 08, 2025 Comments Off on Tamee Irelly Menjadi Juri Open Casting Dua Film Terbaru Dynamic Story Pictures (DSP)
Bekasi, Broadcastmagz – Dalam upaya mencari talenta...
Feb 08, 2025 Comments Off on DJ Paulina, Si Cantik Jago Racik Musik Multi-genre
Jakarta, Broadcastmagz – Paulina, begitu...
Jun 20, 2024 Comments Off on Lebih Dekat Dengan Designer Indonesia Cynthia Tan
Jakarta, Broadcastmagz – Cynthia Tan, desainer fesyen...
Jun 27, 2026 Comments Off on Antusiasme Masyarakat Indonesia terhadap Piala Dunia 2026 dari Tahun ke Tahun
Jun 22, 2026 Comments Off on Ruang Publik yang Sehat Jadi Kunci Menjaga Demokrasi
Jun 22, 2026 Comments Off on Ketika Penyiaran Berhadapan dengan Dunia Digital yang Tak Lagi Sama
Jun 22, 2026 Comments Off on Gelar Dialog Publik di Serang, KPI Tegaskan Peran Penyiaran
Jun 22, 2026 Comments Off on Pembinaan Isi Siaran Jawa Pos Multimedia TV, KPI Tekankan Kepatuhan P3SPS dan Penguatan Sistem Siaran Jaringan
Feb 22, 2017 Comments Off on Jejak Langkah Televisi Indonesia
Jejak Langkah Televisi Indonesia Dari Era Analog ke...
Oct 06, 2016 Comments Off on On Air To Online Pengantar Penyiaran Radio
On Air To Online Pengantar Penyiaran Radio Industri siaran...
Jul 10, 2014 Comments Off on Panduan Wawancara Televisi
Judul Buku: Panduan Wawancara Televisi Nama Pengarang:...
Jul 10, 2014 Comments Off on Radio is Sound Only
Judul Buku: Radio Is Sound Only Pengantar & Prinsip...
Jul 10, 2014 Comments Off on Kamus Istilah Penyiaran Digital
Judul Buku: Kamus Istilah Penyiaran Digital Nama Pengarang:...