Latest update September 4th, 2026 9:22 AM
Sep 04, 2026 broadcastmagz Advertorial, What's On 0

Perkembangan bisnis tidak hanya membutuhkan kemampuan founder dalam mengelola usaha, tetapi juga dukungan ekosistem yang tepat. Laporan Striving to Thrive: The State of Indonesian Micro and Small Enterprises 2024/25 menunjukkan bahwa lebih dari 50% usaha mikro dan kecil yang mengakses satu atau lebih bentuk dukungan bisnis dalam 12 bulan terakhir melaporkan peningkatan pendapatan, dibandingkan 37% pada usaha yang tidak mendapatkan dukungan. Dukungan tersebut mencakup antara lain pendampingan, pelatihan finansial, digital marketing, hingga peer networking.
Temuan tersebut menunjukkan pentingnya akses terhadap ekosistem yang dapat membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas sekaligus membuka kesempatan untuk berkembang. Hal ini juga sejalan dengan perjalanan program solopreneur Bank Saqu yang terus berkembang mengikuti kebutuhan para pelaku usaha.
Perjalanan tersebut dimulai melalui Bank Saqu Solopreneur Academy 2024, yang membuka ruang bagi solopreneur yang baru merintis untuk belajar, berbagi pengalaman, dan memperkuat fondasi bisnis. Memasuki 2025, program berkembang dengan mempertemukan lebih banyak solopreneur dari berbagai industri untuk memperluas pengetahuan sekaligus membangun jaringan.
Hendrik Komandangi, Relationship Banking Director Bank Saqu, mengatakan, “Dalam dua tahun terakhir, kami melihat perjalanan para solopreneur terus berkembang. Seiring bisnis bertumbuh, kebutuhan mereka pun semakin luas. Selain pengetahuan dan pondasi bisnis yang kuat, mereka membutuhkan akses terhadap jaringan, peluang pasar, dan dukungan finansial yang sesuai dengan tahapan bisnisnya. Karena itu, melalui Solopreneur Society: The Founders Club, kami ingin memperluas dukungan tersebut agar para founder memiliki lebih banyak akses yang dapat membantu mereka membawa bisnis ke tahap berikutnya.”
Melalui Solopreneur Society: The Founders Club, Bank Saqu mempertemukan berbagai pihak dalam ekosistem bisnis, mulai dari sesama founder, pemilik brand, supplier, strategic partner, hingga ecosystem buyer. Dengan pendekatan tersebut, program tidak lagi hanya menjadi ruang untuk memperoleh pengetahuan, tetapi berkembang menjadi ekosistem yang membuka akses lebih luas terhadap kebutuhan pertumbuhan bisnis.
Pada penyelenggaraan tahun ini, Bank Saqu berkolaborasi dengan IDN untuk memperkuat ekosistem Solopreneur Society: The Founders Club. Kolaborasi ini menghadirkan ruang yang lebih luas bagi para founder untuk mendapatkan perspektif baru, memperluas jaringan, dan bertemu dengan berbagai pelaku dalam ekosistem bisnis.
William Utomo, Co-Founder & COO of IDN mengatakan, “Kami melihat bahwa pertumbuhan bisnis tidak hanya membutuhkan pengetahuan, tetapi juga ekosistem yang dapat membuka akses terhadap koneksi dan peluang yang relevan. Melalui kolaborasi dengan Bank Saqu, IDN ingin turut menghadirkan ruang bagi para founder untuk bertukar perspektif, memperluas jaringan, dan menemukan peluang kolaborasi yang dapat mendukung perkembangan bisnis mereka. Kami berharap kolaborasi ini dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk membangun ekosistem solopreneur yang semakin terhubung dan memberikan dampak nyata bagi para pelaku usaha.”
Membuka Peluang Baru melalui Business Matchmaking
Berbeda dari penyelenggaraan Solopreneur Academy sebelumnya yang berfokus pada pembelajaran dan penguatan fundamental bisnis, Solopreneur Society: The Founders Club 2026 menghadirkan industry insights, networking dan business matchmaking yang terkurasi sebagai tiga bagian utama dari program.
Para founder akan mendapatkan perspektif langsung dari praktisi dan expert mengenai tantangan dan peluang di empat kategori bisnis, yaitu coffeepreneur, food & beverage (F&B), MICE, dan artificial intelligence (AI). Rangkaian sesi ini dirancang untuk menghadirkan insight yang relevan dan dapat diterapkan sesuai dengan karakteristik serta kebutuhan masing-masing industri.
Insight tersebut kemudian dilanjutkan melalui business matchmaking, yang menjadi salah satu pembeda utama program tahun ini. Para founder akan dipertemukan dengan pelaku bisnis yang relevan berdasarkan kebutuhan dan potensi masing-masing usaha. Dengan demikian, pertemuan yang terjadi dapat diarahkan pada penjajakan kerja sama, akses pasar, maupun peluang bisnis baru.
Selain akses terhadap pengetahuan dan jaringan bisnis, Bank Saqu juga melengkapi ekosistem tersebut melalui akses terhadap solusi finansial. Sebagai bank yang dekat dengan segmen solopreneur, Bank Saqu mendampingi kebutuhan finansial nasabah mulai dari pengelolaan keuangan hingga akses terhadap fasilitas kredit bagi nasabah yang memenuhi kriteria.
Salah satunya melalui Saku Kredit, fasilitas pinjaman Bank Saqu dengan limit sampai dengan Rp30 juta yang dapat digunakan secara fleksibel untuk berbagai kebutuhan. Bagi pelaku usaha yang ingin mengembangkan bisnisnya, Bank Saqu juga menyediakan Kredit Modal Kerja untuk mendukung kebutuhan modal dan aktivitas operasional usaha. Kehadiran berbagai solusi finansial ini menjadi bagian dari upaya Bank Saqu untuk mendampingi kebutuhan nasabah sesuai dengan tahapan perkembangan bisnis mereka.
Pendekatan berbasis ekosistem tersebut juga diperkuat melalui keterlibatan berbagai pelaku industri, salah satunya Otten Coffee, yang telah membangun ekosistem bagi para coffeepreneurs. Tahun ini, Bank Saqu dan Otten Coffee telah menjalin strategic partnership dengan kesamaan visi untuk mendukung perkembangan pelaku usaha di industri kopi.
Kolaborasi tersebut mempertemukan ekosistem dan pemahaman industri yang dimiliki Otten Coffee dengan akses terhadap layanan finansial dari Bank Saqu. Dengan demikian, pelaku usaha dalam ekosistem Otten Coffee dapat memperoleh dukungan yang semakin relevan dalam menjalankan dan mengembangkan bisnisnya.
Jhoni Kusno, CEO Otten Coffee mengatakan, “Di Otten Coffee, kami membangun ekosistem yang mendukung coffeepreneurs melalui produk, pengetahuan, dan komunitas. Kami melihat visi yang sejalan dengan Bank Saqu dalam membantu pelaku usaha untuk terus berkembang. Melalui kolaborasi ini, kekuatan ekosistem Otten Coffee dipertemukan dengan akses terhadap solusi finansial Bank Saqu, sehingga coffeepreneurs memiliki dukungan yang semakin relevan dalam perjalanan mengembangkan bisnis mereka.”
Melalui Solopreneur Society: The Founders Club, Bank Saqu menghadirkan ekosistem yang menghubungkan pengetahuan, jaringan bisnis, peluang, dan akses finansial untuk mendukung perkembangan usaha. Inisiatif ini menjadi langkah lanjutan Bank Saqu dalam memperluas dukungan bagi solopreneur di berbagai tahap perjalanan bisnis, sekaligus wujud komitmen #SelaluBersama untuk menemani nasabah dari merintis hingga mengembangkan bisnis.
Dulu belajar bersama. Kini, saatnya terhubung, menciptakan peluang, dan tumbuh bersama.
Bank Saqu Solopreneur Society: The Founders Club. Match. Make. Grow.
Bank Saqu Hubungkan Ekosistem dan Peluang Bisnis melalui Solopreneur Society
Jakarta, Broadcastmagz – Bank Saqu, layanan perbankan digital milik Astra Financial dan WeLab, memperluas dukungannya terhadap pertumbuhan solopreneur melalui Bank Saqu Solopreneur Society: The Founders Club. Setelah melibatkan lebih dari 1.000 solopreneur dari berbagai industri sejak 2024, program yang sebelumnya dikenal sebagai Solopreneur Academy kini berkembang dari ruang pembelajaran menjadi growth ecosystem yang menghubungkan para founder dengan pengetahuan, jaringan bisnis, serta akses terhadap solusi finansial untuk mendukung pertumbuhan usaha.
Perkembangan bisnis tidak hanya membutuhkan kemampuan founder dalam mengelola usaha, tetapi juga dukungan ekosistem yang tepat. Laporan Striving to Thrive: The State of Indonesian Micro and Small Enterprises 2024/25 menunjukkan bahwa lebih dari 50% usaha mikro dan kecil yang mengakses satu atau lebih bentuk dukungan bisnis dalam 12 bulan terakhir melaporkan peningkatan pendapatan, dibandingkan 37% pada usaha yang tidak mendapatkan dukungan. Dukungan tersebut mencakup antara lain pendampingan, pelatihan finansial, digital marketing, hingga peer networking.
Temuan tersebut menunjukkan pentingnya akses terhadap ekosistem yang dapat membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas sekaligus membuka kesempatan untuk berkembang. Hal ini juga sejalan dengan perjalanan program solopreneur Bank Saqu yang terus berkembang mengikuti kebutuhan para pelaku usaha.
Perjalanan tersebut dimulai melalui Bank Saqu Solopreneur Academy 2024, yang membuka ruang bagi solopreneur yang baru merintis untuk belajar, berbagi pengalaman, dan memperkuat fondasi bisnis. Memasuki 2025, program berkembang dengan mempertemukan lebih banyak solopreneur dari berbagai industri untuk memperluas pengetahuan sekaligus membangun jaringan.
Hendrik Komandangi, Relationship Banking Director Bank Saqu, mengatakan, “Dalam dua tahun terakhir, kami melihat perjalanan para solopreneur terus berkembang. Seiring bisnis bertumbuh, kebutuhan mereka pun semakin luas. Selain pengetahuan dan pondasi bisnis yang kuat, mereka membutuhkan akses terhadap jaringan, peluang pasar, dan dukungan finansial yang sesuai dengan tahapan bisnisnya. Karena itu, melalui Solopreneur Society: The Founders Club, kami ingin memperluas dukungan tersebut agar para founder memiliki lebih banyak akses yang dapat membantu mereka membawa bisnis ke tahap berikutnya.”
Melalui Solopreneur Society: The Founders Club, Bank Saqu mempertemukan berbagai pihak dalam ekosistem bisnis, mulai dari sesama founder, pemilik brand, supplier, strategic partner, hingga ecosystem buyer. Dengan pendekatan tersebut, program tidak lagi hanya menjadi ruang untuk memperoleh pengetahuan, tetapi berkembang menjadi ekosistem yang membuka akses lebih luas terhadap kebutuhan pertumbuhan bisnis.
Pada penyelenggaraan tahun ini, Bank Saqu berkolaborasi dengan IDN untuk memperkuat ekosistem Solopreneur Society: The Founders Club. Kolaborasi ini menghadirkan ruang yang lebih luas bagi para founder untuk mendapatkan perspektif baru, memperluas jaringan, dan bertemu dengan berbagai pelaku dalam ekosistem bisnis.
William Utomo, Co-Founder & COO of IDN mengatakan, “Kami melihat bahwa pertumbuhan bisnis tidak hanya membutuhkan pengetahuan, tetapi juga ekosistem yang dapat membuka akses terhadap koneksi dan peluang yang relevan. Melalui kolaborasi dengan Bank Saqu, IDN ingin turut menghadirkan ruang bagi para founder untuk bertukar perspektif, memperluas jaringan, dan menemukan peluang kolaborasi yang dapat mendukung perkembangan bisnis mereka. Kami berharap kolaborasi ini dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk membangun ekosistem solopreneur yang semakin terhubung dan memberikan dampak nyata bagi para pelaku usaha.”
Membuka Peluang Baru melalui Business Matchmaking
Berbeda dari penyelenggaraan Solopreneur Academy sebelumnya yang berfokus pada pembelajaran dan penguatan fundamental bisnis, Solopreneur Society: The Founders Club 2026 menghadirkan industry insights, networking dan business matchmaking yang terkurasi sebagai tiga bagian utama dari program.
Para founder akan mendapatkan perspektif langsung dari praktisi dan expert mengenai tantangan dan peluang di empat kategori bisnis, yaitu coffeepreneur, food & beverage (F&B), MICE, dan artificial intelligence (AI). Rangkaian sesi ini dirancang untuk menghadirkan insight yang relevan dan dapat diterapkan sesuai dengan karakteristik serta kebutuhan masing-masing industri.
Insight tersebut kemudian dilanjutkan melalui business matchmaking, yang menjadi salah satu pembeda utama program tahun ini. Para founder akan dipertemukan dengan pelaku bisnis yang relevan berdasarkan kebutuhan dan potensi masing-masing usaha. Dengan demikian, pertemuan yang terjadi dapat diarahkan pada penjajakan kerja sama, akses pasar, maupun peluang bisnis baru.
Selain akses terhadap pengetahuan dan jaringan bisnis, Bank Saqu juga melengkapi ekosistem tersebut melalui akses terhadap solusi finansial. Sebagai bank yang dekat dengan segmen solopreneur, Bank Saqu mendampingi kebutuhan finansial nasabah mulai dari pengelolaan keuangan hingga akses terhadap fasilitas kredit bagi nasabah yang memenuhi kriteria.
Salah satunya melalui Saku Kredit, fasilitas pinjaman Bank Saqu dengan limit sampai dengan Rp30 juta yang dapat digunakan secara fleksibel untuk berbagai kebutuhan. Bagi pelaku usaha yang ingin mengembangkan bisnisnya, Bank Saqu juga menyediakan Kredit Modal Kerja untuk mendukung kebutuhan modal dan aktivitas operasional usaha. Kehadiran berbagai solusi finansial ini menjadi bagian dari upaya Bank Saqu untuk mendampingi kebutuhan nasabah sesuai dengan tahapan perkembangan bisnis mereka.
Pendekatan berbasis ekosistem tersebut juga diperkuat melalui keterlibatan berbagai pelaku industri, salah satunya Otten Coffee, yang telah membangun ekosistem bagi para coffeepreneurs. Tahun ini, Bank Saqu dan Otten Coffee telah menjalin strategic partnership dengan kesamaan visi untuk mendukung perkembangan pelaku usaha di industri kopi.
Kolaborasi tersebut mempertemukan ekosistem dan pemahaman industri yang dimiliki Otten Coffee dengan akses terhadap layanan finansial dari Bank Saqu. Dengan demikian, pelaku usaha dalam ekosistem Otten Coffee dapat memperoleh dukungan yang semakin relevan dalam menjalankan dan mengembangkan bisnisnya.
Jhoni Kusno, CEO Otten Coffee mengatakan, “Di Otten Coffee, kami membangun ekosistem yang mendukung coffeepreneurs melalui produk, pengetahuan, dan komunitas. Kami melihat visi yang sejalan dengan Bank Saqu dalam membantu pelaku usaha untuk terus berkembang. Melalui kolaborasi ini, kekuatan ekosistem Otten Coffee dipertemukan dengan akses terhadap solusi finansial Bank Saqu, sehingga coffeepreneurs memiliki dukungan yang semakin relevan dalam perjalanan mengembangkan bisnis mereka.”
Melalui Solopreneur Society: The Founders Club, Bank Saqu menghadirkan ekosistem yang menghubungkan pengetahuan, jaringan bisnis, peluang, dan akses finansial untuk mendukung perkembangan usaha. Inisiatif ini menjadi langkah lanjutan Bank Saqu dalam memperluas dukungan bagi solopreneur di berbagai tahap perjalanan bisnis, sekaligus wujud komitmen #SelaluBersama untuk menemani nasabah dari merintis hingga mengembangkan bisnis.
Dulu belajar bersama. Kini, saatnya terhubung, menciptakan peluang, dan tumbuh bersama.
Bank Saqu Solopreneur Society: The Founders Club. Match. Make. Grow.
Nov 04, 2025 Comments Off on Ratusan Peserta Ramaikan Bank Saqu Sunrise Society Vol.3 Takeover GBK, Senayan
Oct 31, 2025 Comments Off on Satukan Kreativitas, Kesetaraan, dan Literasi Keuangan Inklusif, Bank Saqu Hadirkan Good Gesture di IdeaFest 2025
Oct 14, 2025 Comments Off on Pendaftaran Sunrise Society Vol.3 Telah Dibuka: Bank Saqu Siap Take Over Gelora Bung Karno di IdeaFest 2025
Aug 11, 2025 Comments Off on Astra Financial Talk: Bank Saqu dan Yayasan Astra Dorong Digitalisasi Keuangan UMKM dan Solopreneur
Sep 02, 2026 0
Sep 02, 2026 0
Sep 01, 2026 0
Aug 28, 2026 0

Aug 08, 2026 Comments Off on Lenny Ivylen: 26 Tahun Jaga Eksistensi di Dunia Fashion lewat Karya
Jakarta, Broadcastmagz – Lenny Ivylen membangun...
Dec 22, 2025 Comments Off on Yan Senjaya, Kreativitas Lima Dekade Dalam Sinema Indonesia
Jakarta, Broadcastmagz – Yan Senjaya adalah...
Sep 08, 2025 Comments Off on Tamee Irelly Menjadi Juri Open Casting Dua Film Terbaru Dynamic Story Pictures (DSP)
Bekasi, Broadcastmagz – Dalam upaya mencari talenta...
Feb 08, 2025 Comments Off on DJ Paulina, Si Cantik Jago Racik Musik Multi-genre
Jakarta, Broadcastmagz – Paulina, begitu...
Jun 20, 2024 Comments Off on Lebih Dekat Dengan Designer Indonesia Cynthia Tan
Jakarta, Broadcastmagz – Cynthia Tan, desainer fesyen...
Jun 27, 2026 Comments Off on Antusiasme Masyarakat Indonesia terhadap Piala Dunia 2026 dari Tahun ke Tahun
Jun 22, 2026 Comments Off on Ruang Publik yang Sehat Jadi Kunci Menjaga Demokrasi
Jun 22, 2026 Comments Off on Ketika Penyiaran Berhadapan dengan Dunia Digital yang Tak Lagi Sama
Jun 22, 2026 Comments Off on Gelar Dialog Publik di Serang, KPI Tegaskan Peran Penyiaran
Jun 22, 2026 Comments Off on Pembinaan Isi Siaran Jawa Pos Multimedia TV, KPI Tekankan Kepatuhan P3SPS dan Penguatan Sistem Siaran Jaringan
Feb 22, 2017 Comments Off on Jejak Langkah Televisi Indonesia
Jejak Langkah Televisi Indonesia Dari Era Analog ke...
Oct 06, 2016 Comments Off on On Air To Online Pengantar Penyiaran Radio
On Air To Online Pengantar Penyiaran Radio Industri siaran...
Jul 10, 2014 Comments Off on Panduan Wawancara Televisi
Judul Buku: Panduan Wawancara Televisi Nama Pengarang:...
Jul 10, 2014 Comments Off on Radio is Sound Only
Judul Buku: Radio Is Sound Only Pengantar & Prinsip...
Jul 10, 2014 Comments Off on Kamus Istilah Penyiaran Digital
Judul Buku: Kamus Istilah Penyiaran Digital Nama Pengarang:...