Latest update March 1st, 2026 1:24 PM
Feb 27, 2026 broadcastmagz Column, What's On 0

Pertanyaannya jadi terbalik:
radio yang pindah rumah, atau TikTok yang numpang hidup?
Radio Tidak Mati—Ia Berpindah Bentuk
Selama bertahun-tahun, radio sering disempitkan hanya sebagai perangkat: pemancar, frekuensi, dan jam siaran. Padahal sejak awal, radio adalah medium suara—teman perjalanan, pengisi kesunyian, dan ruang ngobrol yang intim.
Kebiasaan itu tidak hilang.
Yang berubah hanyalah tempatnya.
Hari ini, orang tetap mendengar:
sambil bekerja,
sambil menyetir,
sambil rebahan.
Hanya saja, bukan lagi lewat tombol radio di dashboard mobil, melainkan lewat TikTok Live, podcast, atau klip audio-visual berdurasi pendek.
TikTok: Platform Video yang Hidup dari Audio
Secara resmi, TikTok adalah platform video pendek. Namun secara praktik, audio-lah yang memegang kendali.
Algoritma boleh mengatur distribusi, tapi yang membuat orang bertahan adalah:
suara yang relatable, cara bicara yang jujur,
obrolan yang terasa dekat.
TikTok tidak menciptakan budaya audio.
Ia hanya menyediakan panggung baru bagi budaya itu.
Siapa yang Sebenarnya Bertahan Hidup?
Jika dibandingkan bukan dari platform, tapi dari fungsi, jawabannya jadi lebih jernih.
Radio sejak awal membangun:
hubungan jangka panjang, loyalitas pendengar, kepercayaan pada suara.
Sementara TikTok unggul dalam:
kecepatan distribusi, viralitas,
pergantian tren.
Satu membangun ikatan,
yang lain mengelola atensi.
Keduanya tidak saling membunuh.
Justru saling memanfaatkan.
Penyiar, Podcaster, dan Creator: Bukan Soal Platform
Fenomena menarik hari ini: banyak penyiar radio justru tumbuh besar di TikTok dan podcast. Sebaliknya, tak sedikit creator viral yang cepat menghilang karena tak punya fondasi komunikasi yang kuat.
Ini menegaskan satu hal penting:
yang bertahan bukan platformnya, tapi manusianya.
Orang yang paham cara berbicara ke manusia lain—bukan ke algoritma—akan selalu menemukan tempat.
Masalah Sebenarnya: Konten yang Kosong
Banyak radio mati bukan karena TikTok.
Tapi karena malas beradaptasi.
Dan banyak konten TikTok cepat tenggelam bukan karena persaingan. Tapi karena tak punya isi.
Platform bisa berubah. Algoritma bisa berganti.
Tapi suara yang jujur, relevan, dan konsisten—itu langka.
Jadi, Siapa yang Numpang Hidup?
Jawabannya mungkin tidak nyaman bagi banyak pihak.
Radio tidak mati. Ia hanya melepas frekuensi. Dan TikTok?
Ia tidak membunuh radio—ia justru hidup dari roh yang sejak lama dimiliki radio: suara manusia yang ingin didengar.
Pertanyaannya sekarang bukan lagi soal platform. Tapi satu hal yang lebih mendasar:
apakah kita masih punya sesuatu yang layak didengarkan?
Jul 10, 2014 Comments Off on Radio is Sound Only
Feb 26, 2026 0
Feb 26, 2026 0
Feb 26, 2026 0
Feb 26, 2026 0

Dec 22, 2025 Comments Off on Yan Senjaya, Kreativitas Lima Dekade Dalam Sinema Indonesia
Jakarta, Broadcastmagz – Yan Senjaya adalah...
Sep 08, 2025 Comments Off on Tamee Irelly Menjadi Juri Open Casting Dua Film Terbaru Dynamic Story Pictures (DSP)
Bekasi, Broadcastmagz – Dalam upaya mencari talenta...
Feb 08, 2025 Comments Off on DJ Paulina, Si Cantik Jago Racik Musik Multi-genre
Jakarta, Broadcastmagz – Paulina, begitu...
Jun 20, 2024 Comments Off on Lebih Dekat Dengan Designer Indonesia Cynthia Tan
Jakarta, Broadcastmagz – Cynthia Tan, desainer fesyen...
May 06, 2024 Comments Off on Punya Single Lagu Timur, Gunawan Enjoy Banget
Jaka, Broadcastmagz – Bernama lengkap Gunawan...
Jan 12, 2026 Comments Off on KPID Sumbar Perkuat Literasi Media Digital bagi Generasi Muda
Jan 12, 2026 Comments Off on Tes CAT Calon Anggota KPID Sumsel Diikuti 54 Peserta
Jan 12, 2026 Comments Off on KPID Kunjungi Radio Sonora Bali Karena Stop Siaran
Jan 12, 2026 Comments Off on FIFA Larang Stasiun TV Kecilkan Layar untuk Iklan Saat Pertandingan Piala Dunia 2026
Feb 22, 2017 Comments Off on Jejak Langkah Televisi Indonesia
Jejak Langkah Televisi Indonesia Dari Era Analog ke...
Oct 06, 2016 Comments Off on On Air To Online Pengantar Penyiaran Radio
On Air To Online Pengantar Penyiaran Radio Industri siaran...
Jul 10, 2014 Comments Off on Panduan Wawancara Televisi
Judul Buku: Panduan Wawancara Televisi Nama Pengarang:...
Jul 10, 2014 Comments Off on Radio is Sound Only
Judul Buku: Radio Is Sound Only Pengantar & Prinsip...
Jul 10, 2014 Comments Off on Kamus Istilah Penyiaran Digital
Judul Buku: Kamus Istilah Penyiaran Digital Nama Pengarang:...