Latest update October 24th, 2026 6:34 PM
Oct 23, 2026 broadcastmagz Film & Music, What's On 0

Berbeda dari album yang sengaja dibangun dengan satu cerita besar, Galau Gagal Move On justru hadir seperti sebuah kumpulan catatan perjalanan. Lagu-lagu di dalamnya berasal dari berbagai fase kehidupan Ronald Dewa, termasuk karya-karya yang telah diciptakan sejak dirinya masih duduk di bangku sekolah hingga karya yang lahir dalam perjalanan bermusiknya saat ini.
“Kalau lagu galau gue diputar di Spotify, ternyata banyak juga. Dari situ kepikiran untuk bikin satu album yang isinya kumpulan lagu-lagu ciptaan gue yang galau dari zaman masih sekolah sampai sekarang”, ujar Ronald Dewa. Album ini menjadi semacam dokumentasi perjalanan emosional Ronald Dewa. Setiap lagu memiliki cerita dan suasana masing-masing, tetapi semuanya bertemu pada satu hal yang sama: perasaan yang belum benar-benar selesai.
Mulai dari kisah seseorang yang masih menunggu, rasa bersalah dalam sebuah hubungan, kehilangan, sampai perasaan sulit melupakan seseorang yang pernah menjadi bagian penting dalam hidup, Galau Gagal Move On memperlihatkan sisi Ronald Dewa yang dekat dengan cerita-cerita tentang hubungan dan perasaan manusia.
“Salah Mencinta” Menjadi Focus Track
Dari keseluruhan perjalanan tersebut, “Salah Mencinta” dipilih sebagai focus track dari album Galau Gagal Move On. Lagu ini membawa cerita tentang seseorang yang menyadari bahwa rasa cinta yang selama ini ia perjuangkan ternyata tidak membawa hubungan tersebut ke tempat yang diharapkan. Ia pernah menganggap seseorang sebagai rumah dan takdir, menjaga hubungan dengan sepenuh hati, tetapi pada akhirnya harus menerima kenyataan bahwa orang yang dicintainya memilih orang lain.
“Salah Mencinta” kemudian menjadi gambaran tentang sebuah fase ketika seseorang mulai mempertanyakan apakah dirinya telah memberikan cinta kepada orang yang tepat, atau justru sejak awal sedang berjalan menuju sesuatu yang memang tidak ditakdirkan untuk dimiliki.
Namun, lagu ini bukan hanya tentang kehilangan seseorang. Ada proses menerima kenyataan di dalamnya. Bahwa tidak semua yang diperjuangkan akan bertahan, dan terkadang mencintai seseorang juga berarti memahami kapan harus berhenti dan melepaskan.
Dua Belas Lagu, Berbagai Cerita, Satu Perasaan
“Galau Gagal Move On” menghadirkan 12 lagu yang merekam berbagai kisah dan perasaan nyata dalam perjalanan hidup Ronald Dewa. Lagu-lagu di dalamnya datang dari periode yang berbeda, dari cerita yang pernah dialami di masa lalu hingga tiga lagu baru yang melanjutkan perjalanan tersebut.
Album ini bukan tentang bagaimana seseorang harus melupakan masa lalu. Ronald Dewa justru memilih untuk membuka kembali cerita-cerita yang pernah menjadi bagian dari hidupnya dan membiarkannya hadir melalui musik. Ada cerita tentang seseorang yang pernah dicintai, tentang perasaan yang tidak pernah tersampaikan, tentang menunggu, kehilangan, berharap terlalu jauh, salah mencintai, hingga tentang perasaan yang ternyata masih tersimpan meskipun waktu terus berjalan.
Beberapa lagu lahir ketika Ronald Dewa masih berada di bangku sekolah. Lagu-lagu tersebut menyimpan perasaan dari masa ketika segala sesuatu terasa begitu sederhana, tetapi kenangannya tetap bertahan hingga hari ini. Sementara lagu-lagu lainnya lahir dari pengalaman dan perjalanan hidup yang datang setelahnya.
Kini, berbagai cerita dari masa yang berbeda tersebut dipertemukan dalam satu album. Dua belas lagu dengan kisahnya masing-masing, tetapi memiliki satu benang merah: perasaan yang pernah benar-benar dirasakan.
Bagi Ronald Dewa, album ini bukan sekadar tentang gagal move on. Lebih dari itu, “Galau Gagal Move On” menjadi ruang untuk mencurahkan kembali apa yang pernah terjadi, tanpa harus mengubahnya menjadi sesuatu yang lain. Tidak semua cerita harus memiliki akhir yang sempurna, dan tidak semua perasaan harus dipaksa untuk segera hilang.
Melalui album ini, Ronald Dewa hanya ingin berbagi cerita kepada pendengar. Mungkin beberapa kisah di dalamnya adalah miliknya, tetapi bisa saja ada bagian-bagian yang terasa dekat dengan pengalaman orang lain. Karena pada akhirnya, setiap orang memiliki cerita yang pernah begitu berarti. Dan mungkin, dari 12 lagu dengan berbagai cerita ini, ada satu perasaan yang pernah atau sedang dirasakan oleh siapa pun yang mendengarkannya.
Tentang Video Musik “Salah Mencinta”
Cerita tentang cinta yang tidak lagi memiliki tujuan yang sama kemudian diterjemahkan Ronald Dewa ke dalam konsep video musik “Salah Mencinta”. Video musik ini menggambarkan seseorang yang tetap merasa sendiri meskipun berada di tengah lingkungan yang ramai. Kesendirian tersebut menjadi gambaran tentang bagaimana kehilangan seseorang tidak selalu berarti kehilangan kehadiran secara fisik, tetapi juga kehilangan kedekatan emosional yang pernah ada.
Sebagai elemen utama dalam visual, dua bangunan Kopdes yang berdiri berseberangan digunakan sebagai simbol dua hati yang pernah berjalan bersama, tetapi kini berada di sisi yang berbeda. Secara jarak, keduanya hanya dipisahkan oleh beberapa langkah. Namun secara emosional, keduanya terasa begitu jauh.
Konsep tersebut memperkuat pesan dari “Salah Mencinta”, bahwa terkadang seseorang bisa berada sangat dekat dengan orang yang dicintainya, namun keadaan membuat keduanya tidak lagi dapat berdampingan.
“Seperti dua Kopdes yang berdiri berseberangan, cinta bisa begitu dekat di pandangan, namun tak pernah lagi bisa berdampingan ”.
Oct 23, 2026 0
Oct 23, 2026 0
Oct 23, 2026 0
Oct 23, 2026 0

Aug 08, 2026 Comments Off on Lenny Ivylen: 26 Tahun Jaga Eksistensi di Dunia Fashion lewat Karya
Jakarta, Broadcastmagz – Lenny Ivylen membangun...
Dec 22, 2025 Comments Off on Yan Senjaya, Kreativitas Lima Dekade Dalam Sinema Indonesia
Jakarta, Broadcastmagz – Yan Senjaya adalah...
Sep 08, 2025 Comments Off on Tamee Irelly Menjadi Juri Open Casting Dua Film Terbaru Dynamic Story Pictures (DSP)
Bekasi, Broadcastmagz – Dalam upaya mencari talenta...
Feb 08, 2025 Comments Off on DJ Paulina, Si Cantik Jago Racik Musik Multi-genre
Jakarta, Broadcastmagz – Paulina, begitu...
Jun 20, 2024 Comments Off on Lebih Dekat Dengan Designer Indonesia Cynthia Tan
Jakarta, Broadcastmagz – Cynthia Tan, desainer fesyen...
Jun 27, 2026 Comments Off on Antusiasme Masyarakat Indonesia terhadap Piala Dunia 2026 dari Tahun ke Tahun
Feb 22, 2017 Comments Off on Jejak Langkah Televisi Indonesia
Jejak Langkah Televisi Indonesia Dari Era Analog ke...
Oct 06, 2016 Comments Off on On Air To Online Pengantar Penyiaran Radio
On Air To Online Pengantar Penyiaran Radio Industri siaran...
Jul 10, 2014 Comments Off on Panduan Wawancara Televisi
Judul Buku: Panduan Wawancara Televisi Nama Pengarang:...
Jul 10, 2014 Comments Off on Radio is Sound Only
Judul Buku: Radio Is Sound Only Pengantar & Prinsip...
Jul 10, 2014 Comments Off on Kamus Istilah Penyiaran Digital
Judul Buku: Kamus Istilah Penyiaran Digital Nama Pengarang:...