Latest update October 24th, 2026 6:34 PM
Oct 23, 2026 broadcastmagz Film & Music, What's On 0

Lahir dari lanskap hijau instalasi berskala masif Living Nature di ajang prestisius Expo 2025 Osaka, karya ini bukan sekadar aransemen nada instrumental biasa. Ia merupakan jembatan spiritual antara manusia dan ritme alamiah bumi—sebuah kelanjutan filosofis dari tradisi kankyō ongaku (musik lingkungan hidup) yang dipopulerkan oleh pionir legendaris seperti Hiroshi Yoshimura, Midori Takada, hingga Haruomi Hosono.
Eksplorasi album ini bermula ketika Fujita dipercaya menggarap lanskap suara untuk Living Nature di Expo 2025 Osaka. Menghadirkan 1.500 pohon hidup yang diselamatkan dari pameran era 1970-an serta taman-taman kota Osaka, area tersebut dirancang sebagai suaka pelarian dari keriuhan jutaan pengunjung.
Guna menyelaraskan musik dengan ekosistem hidup tersebut, Fujita merancang pendekatan mutakhir dengan sistem sensor cuaca interaktif. Setiap karya berdurasi dua jam digubah ke dalam tiga variasi berbeda—kondisi cerah, berawan, dan hujan. Struktur melodi bereaksi secara organis terhadap kelembapan dan suhu sekitar, lengkap dengan aksen bebunyian katak yang merepresentasikan rintik air hujan.
Dalam single penutup hari, “Portal to the Universe”, Fujita meracik lapisan atmosferik yang menghipnotis: desau tonggeret di kejauhan, denting lonceng mikrotonal, desah instrumen tiup kayu, hingga samar suara tawa anak-anak di latar belakang.
“Lagu ini dibuat sebagai lagu penutup untuk sebuah hari,” tutur Masayoshi Fujita membagikan visinya. “Rasanya seperti perlahan-lahan hanyut di alam semesta yang luas dan lautan kenangan.”
Hasilnya adalah lanskap suara yang membebaskan kepala dari beban rutinitas, seolah membuktikan bahwa ketenangan sejati hanyalah sejauh frekuensi yang kita dengarkan.
Suaka Pegunungan Kami-cho dan Denting Resonansi Organik
Keotentikan nuansa alam dalam karya-karya Fujita berakar kuat dari pilihan hidupnya. Meninggalkan hiruk-pikuk skena seni Berlin yang dihuninya selama 13 tahun, pada 2020 Fujita memutuskan memboyong keluarganya kembali ke Jepang. Ia menetap di pedesaan pegunungan Kami-cho, Prefektur Hyōgo—sebuah wilayah sunyi yang dikelilingi gemercik mata air alami, hutan rimba tempat beruang liar sesekali melintas, dan studio kreatif yang ia bangun di dalam bekas gedung taman kanak-kanak.
Dari studio hening inilah resonansi magis Forest of Tranquility dirajut. Di samping vibrafon dan marimba khasnya, Fujita berkolaborasi dengan Hayk Karoyi yang meniupkan duduk tradisional Armenia, serta Mattias Hållsten dengan tiupan instrumen sakral shō asal Jepang. Paduan desau angin pegunungan, ambient drone, serta rekaman lapangan suara satwa liar diberi ruang bernapas yang leluasa.
“Aku ingin ada banyak ruang di antara suara-suara itu,” ungkap Fujita tentang kesengajaannya memberi jeda hening dalam setiap ketukan nada.Tujuh Babak Bioritme Manusia
Secara struktural, Forest of Tranquility dirancang mengikuti ritme biologis harian tubuh manusia—mulai dari fajar hingga malam gulita:
- Forest of Tranquility – Pembuka lembut beraroma tanah basah yang menyambut kesegaran fajar.
- Light, Wind and Water – Aliran dinamis antara tiupan duduk, flute, dan ketukan marimba.
- Komorebi Dance – Interpretasi puitis terhadap siluet bias sinar matahari yang menembus celah dedaunan rimbun.
- Departure – Transisi energi siang hari berbalut synthesizer kemilau menyerupai rasi bintang.
- All Creatures Bow to Evening – Ritme perkusi tangan santai yang menangkap damainya momen senja.
- Portal to the Universe – Gerbang pekat malam hari yang menghanyutkan pikiran ke batas cakrawala tak berujung.
- Time to Go – Meditasi penutup yang menyisakan keheningan murni.
Resonansi Kuat di Asia Menuju Wonderfruit 2026
Pendekatan meditatif Fujita terbukti memikat telinga global dengan torehan lebih dari 15 juta putaran secara daring (streaming). Menariknya, Asia kini menjadi episentrum pendengar setianya. Selain Jepang yang kokoh di posisi ke-3, Indonesia menempati urutan ke-19 sebagai basis pendengar paling aktif, bersanding dengan Korea Selatan (#13), Taiwan (#18), Singapura (#34), hingga Malaysia (#39).
Karya-karyanya yang kerap menuai pujian dari The New York Times, Pitchfork, hingga presenter BBC 6 Music Mary Anne Hobbs ini akan segera diuji langsung dalam panggung terbuka. Masayoshi Fujita dipastikan memboyong lanskap suara magisnya ke Wonderfruit Festival, Thailand, pada 3–7 Desember 2026 mendatang, dengan sejumlah tanggal tur Asia lain yang segera menyusul.
Bagi mereka yang tak sempat menyusuri hutan di Kami-cho atau pameran Osaka, “Portal to the Universe” sudah lebih dari cukup untuk membawa jiwa berkelana jauh—tanpa perlu beranjak sedikit pun dari kursi Anda.
Oct 23, 2026 0
Oct 23, 2026 0
Oct 23, 2026 0
Oct 23, 2026 0

Aug 08, 2026 Comments Off on Lenny Ivylen: 26 Tahun Jaga Eksistensi di Dunia Fashion lewat Karya
Jakarta, Broadcastmagz – Lenny Ivylen membangun...
Dec 22, 2025 Comments Off on Yan Senjaya, Kreativitas Lima Dekade Dalam Sinema Indonesia
Jakarta, Broadcastmagz – Yan Senjaya adalah...
Sep 08, 2025 Comments Off on Tamee Irelly Menjadi Juri Open Casting Dua Film Terbaru Dynamic Story Pictures (DSP)
Bekasi, Broadcastmagz – Dalam upaya mencari talenta...
Feb 08, 2025 Comments Off on DJ Paulina, Si Cantik Jago Racik Musik Multi-genre
Jakarta, Broadcastmagz – Paulina, begitu...
Jun 20, 2024 Comments Off on Lebih Dekat Dengan Designer Indonesia Cynthia Tan
Jakarta, Broadcastmagz – Cynthia Tan, desainer fesyen...
Jun 27, 2026 Comments Off on Antusiasme Masyarakat Indonesia terhadap Piala Dunia 2026 dari Tahun ke Tahun
Feb 22, 2017 Comments Off on Jejak Langkah Televisi Indonesia
Jejak Langkah Televisi Indonesia Dari Era Analog ke...
Oct 06, 2016 Comments Off on On Air To Online Pengantar Penyiaran Radio
On Air To Online Pengantar Penyiaran Radio Industri siaran...
Jul 10, 2014 Comments Off on Panduan Wawancara Televisi
Judul Buku: Panduan Wawancara Televisi Nama Pengarang:...
Jul 10, 2014 Comments Off on Radio is Sound Only
Judul Buku: Radio Is Sound Only Pengantar & Prinsip...
Jul 10, 2014 Comments Off on Kamus Istilah Penyiaran Digital
Judul Buku: Kamus Istilah Penyiaran Digital Nama Pengarang:...